BERITA

Cost Benefit Analysis dalam Penggunaan ISO Tank pada LNG for Marine sebagai Kepatuhan terhadap IMO 2020

  • Rabu, 2 Desember 2020

Oleh : Gigih Helma Wijaya


Sejak ditetapkannya regulasi IMO 2020 yang mewajibkan seluruh kapal berlayar di seluruh dunia wajib menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur maksimal 0.5% m/m sebagai komitmen untuk mengurangi air pollution dari aktivitas shipping. Hal ini membuka peluang LNG sebagai alternative fuel karena kandungan less impuritiesnya, termasuk Sulphur dengan zero content. Dari dalam negeri, pemerintah juga telah mendorong diversifikasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi dalam bentuk LNG dengan dikeluarkannya PP No. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional dimana target pemanfaatan gas bumi minimal 22% pada tahun 2025 agar tercapai bauran energi yang optimal. Pemanfaatan LNG diharapkan dapat diaplikasikan salah satunya untuk sektor transportasi.

 

Rantai Pasok LNG for Marine

Gambar: Rantai Pasok LNG for Marine 

PTGN telah memiliki LNG Filling Station (LFS) di Arun dan Bontang, untuk pengisian LNG ke ISO Tank untuk didistribusikan ke industri menggunakan truk (Truck Mounted ISO Tank). Infrastruktur tersebut dapat juga diaplikasikan untuk LNG for Marine dengan mengisi LNG ke ISO Tank kemudian dimobilisasi menggunakan truk / LCT. PTGN telah melakukan jual beli LNG dengan perusahaan pembuat kapal untuk kebutuhan bunkering tug boat tahun 2019. Implementasi LNG for Marine dapat menggunakan ISO Tank sebagai storage tank LNG yang ditempatkan di kapal. Investasi yang diperlukan selain LNG ISO Tank, yaitu LNG converter kit. Secara umum perhitungan cost saving menggunakan LNG For Marine sebagai berikut :

  1. Fuel cost tug boat kapasitas tanki ± 70 KL, equiv 2,520 MMBTU, sebesar ± USD 55,000.

  2. Fuel cost tug boat menggunakan LNG slope 12%, REP 40 $/bbl, FOB Bontang, sebesar ± USD 22.176.

  3. Cost saving, yaitu selisih a dan b, sebesar  = (32.824 / 55.000) x 100%

Cost saving, yaitu selisih aasfasfas dan b, sea r    60%

Dengan nilai cost saving yang cukup signifikan, investasi peralatan yang diperlukan diproyeksikan dapat tercapai payback period nya di tahun pertama project. Dengan demikian, pemanfaatan LNG for Marine dapat meningkatkan utilisasi LNG domestik, mengurangi defisit impor BBM, serta mengurangi dampak air pollution aktivitas shipping.