BERITA

Pertama Kalinya, Industri di Jawa Tengah Teraliri Gas Melalui Pipa

  • Selasa, 22 Desember 2020

Kabupaten Demak – Industri di Jawa Tengah untuk pertama kalinya akhirnya bisa mendapatkan suplai gas melalui pipa secara langsung. Minggu (20/12), PT Pertagas Niaga (PTGN) melakukan ujicoba pengaliran gas ke PT Aroma Kopikrim Indonesia (Aroma Kopi), sebuah industri minuman yang berada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Gas ini dialirkan dari hulu di Jawa Timur yang selanjutnya didistribusikan melalui pipa transmisi ruas Porong-Gresik dan ruas Gresik Semarang serta pipa distribusi gas Semarang-Demak (Aroma Kopi) yang seluruhnya dibangun oleh Pertagas.

Pengaliran gas ke Aroma Kopi tersebut dapat terlaksana berkat diselesaikannya pembangunan jaringan pipa distirbusi gas baru sepanjang 4,5 km dari ORF Tambak Rejo - SPBG Kaligawe - Aroma Kopi pada September 2020.

Uji coba pengaliran ini juga menandai pemanfaatan pipa transmisi Gresik Semarang sepanjang 272 kilometer untuk keperluan industri. Pengaliran gas pipa ini memberikan sinyal positif bahwa industri Jawa Tengah telah terhubung dengan suplai gas alam yang harganya lebih kompetitif.

“Di tengah banyaknya tantangan di tahun 2020, ini merupakan pencapaian yang luar biasa di penghujung tahun. Sejak awal pengaliran gas alam sudah dinantikan agar industri di Jawa Tengah memiliki kepastian suplai energi sehingga makin mengingkatkan daya saing,” jelas President Director PTGN, Linda Sunarti dalam keterangan persnya. Rencananya dalam waktu dekat uji coba PT Aroma Kopi ini akan dilanjutkan ke tahap komersialisasi dengan jumlah penyerahan gas hingga 2,5  Million Standard Cubic Feet Per Day (MMSCFD). Sejumlah industri baru di Jawa Tengah pun telah digadang-gadang akan segera mengikuti jejak untuk memanfaatkan gas alam melalui pipa sebagai sumber energi.

Sebelumnya sebagian industri di Jawa Tengah memperoleh suplai gas alam dengan moda Compressed Natural Gas (CNG) yang diantar melalui truk dari Jawa Timur. Sebagai bagian dari Sub Holding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk, tersambungnya pipa Pertagas dari Hulu baik di Jawa Timur maupun Jawa Tengah hingga hilir diharapkan mampu mewujudkan ketersediaan gas yang lebih pasti dan harga yang kompetitif.